Me ^^

Me ^^

Sunday, 2 May 2010

Catholic Charismatic - Part 1 (Pencurahan Roh Kudus)

Aku kadang sedih, bahkan kesal
Ketika orang bertanya padaku : "Lo masih katolik ga sih? Koq jadi karismatik begitu? Kristen ya lo?"
Hmmm.. aku kadang bingung menjawabnya
Aku tau apa yang aku kerjakan sekarang
Apa yang aku jalani sekarang
Siapa yang aku percaya sekarang
Tapi untuk menjelaskan tentang "aliran" yang aku anut sekarang kadang rasanya sulit
Aku takut salah jawab, jadi aku lebih banyak memilih diam
Atau aku cuma sekedar berkata : "Tenaaannnggg, ini masih katolik banget koq." :

Artikel ini rasanya pas banget buat yang bingung akan arti karismatik
Atau mungkin kadang "benci", kesel, ga suka ama yang namanya karismatik, padahal ini tetep katolik
Dan ini juga cocok banget buat semuanya yang kadang "takut" untuk ikut SHB, pencurahan, atau hal2 semacam itu
Atau mungkin yang salah pandang tentang karismatik atau pencurahan roh kudus
Yang mungkin pernah bilang pencurahan itu buat buka mata batin ato hal2 'serem' menurutnya
I tell u now, it's tottally wrong!
This is my life, n I love for being catholic :)

PEMBARUAN KARISMATIK KATOLIK
Artikel Iman : ROH KUDUS BAPTISAN DALAM ROH/PENCURUHAN ROH
Pertumbuhan yang luar biasa dan Pembaruan Karismatik dalam Gereja Katolik dapat dijelaskan hanya oleh pengalaman yang dialami oleh sedemikian banyak orang yaitu bahwa hidup mereka telah diubah setelah mercka didoakan untuk pencurahan Roh Kudus atau seperti kebanyakan orang mengatakan, setelah mereka dibaptis dalam Roh Kudus. Dalam banyak hal, pengalaman ini menyarnai pengalaman murid-murid pertama pada hari raya Pantekosta. Yesus berjanji kepada kesebelas rasul bahwa mereka akan menerima kuasa dan menjadi saksi-saksiNya kalau Roh Kudus turun atas mereka (Kisah 1,8). Dan kenyataannya mereka sungguh diubah dan orang-orang yang lemah dan penakut menjadi rasul-rasul yang berani, tidak takut mewartakan Injil kepada orang-orang yang justru membunuh Yesus. Di jaman kita juga, banyak orang dapat bersaksi hal-hal yang sama yang terjadi atas mereka. Mereka mengetahui bahwa kekuatan baru untuk menghayati komitmen mereka dan untuk memberikan kesaksian atas iman mereka telah masuk kedalam hidup mereka. Seperti murid-murid pertama, sangat banyak orang merasakan dorongan untuk memuji Allah atas cara yang baru, bahkan diluar kuasa mereka untuk mengungkapkan pujian ini dalam kata-kata. Mereka bersaksi mengenai perwujudan yang sama sekali baru dan apa artinya bahwa Yesus adalah Tuhan . Dan karena itu, seperti murid-murid pada hari raya Pantekosta, mereka tidak ingin apa-apa lagi selain membagikan pengalaman mereka satu sama lain. Pastor Francis Sullivan SJ, seorang ahli teologi dan Universitas Gregoriana di Roma, melukiskan Baptisan dalam Roh Kudus sebagai suatu pengalaman relisius yang memperkenalkan arti baru kehadiran dan karya Allah dalam hidup seseorang. Kehadiran dan karya Allah itu biasanya menyangkutkan satu atau lebih karunia-karunia karismatis. Kadang-kadang baptisan ini dapat dikenal sebagai pengalaman saat yang menentukan dalam hidup seseorang, dalam kasus-kasus yang lain orang baru kemudian menjadi sadar akan perubahan-perubahan dalam hidupnya menyusul setelah didoakan, waktu didoakan nampaknya tidak terjadi apa-apa. Menurut Pastor Sullivan paling tidak ada dua penafsiran teologis. Dalam penafsiran yang pertama Baptisan dalam Roh tidak dipandang sebagai suatu pemberian baru Roh tetapi sebagai pengalaman Roh yang disadari, suatu pelepasan atau pembebasan kuasa Roh Kudus yang sudah diberikan dalam sakramen-sakramen (sakramen baptis, penguatan dsb.), tetapi hingga kini tidak dialami. Karena itu harus dibedakan antara baptisan dalam Roh dalam arti teologis (ketika Roh Kudus sesungguhnya diberikan : yaitu dalam sakramen-sakramen) , dan baptisan dalam Roh Kudus dalam arti berdasarkan pengalaman (disadarinya pengalaman akan kuasa Roh Kudus yang sudah diterima). Penafsiran yang pertama ini contohnya dapat kita lihat dalam Kitab Suci yaitu dalam 2Timotius 1,6-8, dimana Timotius sudah menerima karunia kasih, kekuatan dan ketertiban (melalui penumpangan tangan), tetapi tidak mengalaminya dalam kelakuannya sehari-hari; sebaliknya roh ketakutan nampaknya menandai dia pada waktu Paulus menulis surat itu. Tetapi Paulus tidak menasihati dia untuk mencari pencurahan Roh Kudus yang lain, sebaliknya menasihati Timotius untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu ! Demikianjuga, pandangan diatas mengenai baptisan dalam Roh menganggapnya bukan sebagai kedatangan yang baru dan Roh Kudus tetapi sebagai suatu pengadukan kuasa Roh yang sudah diterima dalam sakramen-sakramen. Penafsiran lain (yang lebih baik) mengatakan bahwa apa yang dihasilkan oleh baptisan dalam Roh ialah pemberian Roh Kudus yang baru dan nyata; dengan kata lain, orang-orang dibaptis dalam Roh dalam arti teologis maupun dalam arti berdasarkan pengalaman (dialami). St. Thomas Aquinas sendiri mengajarkan bahwa pengutusan baru dan Roh Kudus adalah mungkin dan karena itu jika orang menjadi sadar akan penganih rahmat dalam dirinya, itu disebabkan karena Roh Kudus hadir atas cara yang baru (Bdk Summa Theologiae Lq. 43,0.6). Contoh dalam Alkitab untuk penafsiran baptisan dalam Roh ini adalah Kisah 4,29-31, dimana para rasul yang menghadapi krisis baru (ancaman dan orang-orang Yahudi untuk tidak berkhotbah dalam nama Yesus) berdoa kepada Allah memohon pencurahan barn Roh Kudus dan dalam penyelenggaraan Allah yang penuh belas kasihan, Mengalami Pentakosta Kedua! Demikianjuga, dalam sejarah Gereja yang berumur 2.000 tahun, setiap kali ada kebutuhan yang baru, Allah mencurahkan RohNya berulang kali sebagai jawaban atas doa. Dijaman kita sendiri, doa Paus Yohanes XXIII, Perbaruilah ya Tuhan, keajaiban-keajaiban Mu sebagai Pentakosta baru telah dipenuhi atas cara yang luar biasa oleh Konsili Vatikan II dan kelanjutannya. Dalam bahasa Alkitab, mengutus Roh , mencurahkan Roh dan membaptis dalam Roh adalah cara-cara yang berbeda untuk mengatakan hal yang sama, karena itu sesuai dengan teologi Katolik yang tradisional bagi orang-orang Kristiani yang dibaptis dan dikuatkan lewat sakramen penguatan memohon kepada Tuhan untuk membaptis mereka dalam Roh . Apa yang mereka minta, menurut ajaran Santo Thomas Aquinas, adalah pengutusan yang baru dan Roh Kudus yang akan memulai karya rahmat yang baru dalam hidup mereka. Gereja sendiri terus berdoa dalam arti ini, Datanglah Roh Kudus! . Melalui Seminar Hidup Baru dalam Roh , beberapa juta orang telah menernukan cara bagaimana berdoa dengan tekun mohon pencurahan Roh Kudus, meminta orang-orang lain berdoa bersama mereka dan mengarahkan doa semacam itu kepada Tuhan Yesus Kristus, dengan maksud agar Dia menjadi Tuhan hidup mereka atas cara yang baru melalui tindakan Roh KudusNya. Mereka telah ditolong untuk menyangkal apa saja dalam hidup mereka yang tidak cocok dengan Injil dan ditolong untuk menanggapi Kabar Baik atas cara yang lebih mendalam, dengan membuat komitmen yang baru dan dewasa kepada Yesus sebagai Tuhan. Bagi orang-orang Kristiani yang dibaptis waktu masih bayi dan menerima sakramen penguatan diawal masa remajanya, ini merupakan pertama kalinya mereka sungguh-sungguh mengesahkan secara pribadi apa yang dikerjakan bagi mereka pada saat upacara inisiasi Kristiani mereka. Pengalaman menunjukkan bahwa bila orang dengan watak yang demikian memohon pencurahan Roh Kudus yang baru, perubahan- perubahan terjadi dalam hidup mereka yang menunjukkan bahwa mereka telah menerima apa yang mereka minta.

Sumber : Buku Pembaruan Karismatik Katolik Buku Pegangan Untuk Para Pemimpin dan Peminat PKK Fr.Fio Mascarenhas, SJ -from Milis PDK Beijing-

No comments:

Post a Comment