Deep condolences for Mrs. GRACE TATIPIKALAWAN
T27A Tourism High School's beloved teacher
22 July 2010, 8.30am, @ Klaten, Jawa Tengah
Pagi2 ketika bangun tidur, iseng2 aku mengambil handphone ku dan membuka fb lewat internet. Ketika membuka home, ada salah satu status dari adik kelasku : RIP Bu Grace. Sejenak aku terhenyak, kaget, tapi tidak sampai pingsan juga karena memang aku tahu beliau sudah sakit sejak lama, namun beliau masih bertahan hidup. Yang perlu kupastikan adalah apakah berita ini benar. Ku coba membuka fb temanku yang lain, dan benar saja, ia juga menuliskan status yang sama. Aku pun SMS temanku lagi dan menanyakan kebenaran kabar ini dan benar adanya.
Sebelum akhirnya beliau dipanggil Yang Maha Kuasa, setiap kali aku memikirkan beliau, ada 1 cerita yang aku ingat dan tak akan aku lupakan. Beliau dikenal sebagai guru bahasa Indonesia di SMIP Tere yang sudah cukup lama mengajar. Beliau dikenal sebagai pribadi yang 'rese', menyebalkan, jutek, dan hal2 yang negatif lainnya. Yaaa awalnya aku biasa saja dengan dirinya, sampai aku pun merasakan ke'rese'an dari beliau. T.T *Maap yah bu* Namun semua hal ini lenyap ketika kelas 2 SMA beliau menjadi wali kelasku. Fiuuuhhh satu kelas serasa berteriak dan menggerutu mengapa mesti beliau, ya cuma kami tetap harus menerimanya.
Sekitar bulan Maret 2006, kami mengikuti Study Tour ke Bali seperti tahun2 sebelumnya, dan seperti biasa wali kelas pasti ikut. Ketika hari ke4 *kalau tdk salah* kami sampai di daerah Lovina, dan sungguh asyik ketika kami melihat hotel tempat kami menginap yang cukup terlihat mewah dengan adanya lapangan golf terbentang luas. Semua senang, tetapi aku justru sedikit kecewa, kenapa??? Karena ternyata aku harus sekamar dengan beliau! Oh myyy... dapat kau bayangkan harus sekamar dengan seorang guru, rese pula, ckck. Tapi hari itu keadaan tubuhku melemah dan aku pun jatuh sakit. Di malam hari sampai keesokan paginya aku demam dan aku masih ingat kalau beliau bangun dan senantiasa menyentuh dahiku untuk mengecek apakah demamku sudah turun. Wawww di sanalah aku betul2 merasakan naluri seorang guru yang berubah seperi seorang ibu. Ya aku tau beliau tidak mempunyai anak, dan mungkin ia menganggapku sebagai anak kesayangannya. T.T Sungguh, sampai detik ini, moment itulah yang paling membekas di pikiranku akan kenangan tentang beliau.
Walau kini kau telah tiada, doa kami senantiasa menyertaimu
Terima kasih atas jasa-jasamu selama ini, terutama buat sekolah tercinta
Maafkan anak-anakmu yang mungkin sering menyakiti hatimu
Selamat jalan, Bu Grace
T27A LOVES YOU :)
No comments:
Post a Comment