Voila akhirnya aku kembali ke dunia perhelatan blogger *walaupun tak yakin akan se-exist dulu krn kesibukan skripsi yg amit2*. Sepertinya sudah lama aku menghilang, bukan apa2, tapi bener2 karena sibuk baca jurnal2 skripsi yang naujubillah itu fiuh :(
Intinya kali ini aku mau cerita soal Ret2 Penyembuhan Luka Batin yang aku ikutin minggu lalu. Jadi uda lama aku tau kalo komunitas Rising Gen mau adain ret2 PLB tgl 18-20 Maret 2011 di Pratista dengan harga 99ribu doank!! Yuppp sangat menggiurkan waktu itu, sehingga aku uda memikirkan kalau aku akan ikut ret2 tersebut. Selain karena murah, aku pun memank belum pernah ikut ret2 PLB full *pernah ikut PLB tapi plus RHB jadi sesi2nya ga dibahas bgt2*. Berhubung aku selalu ikut ret2/kegiatan kampus yang daftarnya mepet2, sow aku belum daftar ke RG karena aku pikir nanti2 saja lah, toh sambil cari temen juga buat nemenin. Tapi H-2 minggu aku pikir sebaiknya aku mendaftarkan diriku, toh ga ada rencana juga weekend itu mau ngapain n ada or ga ada temen sepertinya aku perlu ikut ret2 PLB itu. Tapi kecewa ku dapat, ternyata kata panitianya tempatnya uda full n mereka uda tutup regis huaaaa :( Sedih waktu itu, tapi aku tetep berharap bisa ikut. So, beberapa x selama 2 minggu aku sms panitianya terus minta dikabari klo ada tempat kosong, tapi sampai H-3 tidak ada kabar, dan aku hopeless bisa ikut :(
Tapi ternyata, Bapa berkehendak lain ^^ H-1 alias Jumat malem stengah 10, aku diculik Edwin n Dapid buat pegi makan haha.. Mereka mau makan dulu sebelum berangkat advance malam itu ke Pratista krn mereka pelayanan sebagai pemusik di PLB itu. Aku mengutarakan lagi keinginanku bahwa aku bener2 pengen ikut tapi ga bisa. Akhirnya si abang gondrong telpon salah satu panitia n blg kalo ada temennya mau ikut, n si panitia pun juga bilang tempat uda full n aku bilang ya sudah lah uda hopeless, lagipula aku masih punya kerjaan dengan jurnal2ku. Tapi akhirnya sekitar jam11 aku dikabari bahwa ada peserta yang batal dan aku ditawarkan untuk mengisi tempat kosong tersebut. Karena aku masih di luar, akupun bilang akan ku kabari stengah jam lagi karena aku harus pulang dulu dan minta ijin. Namun sebelum minta ijin aku 'memastikan' diriku bahwa sepertinya ini sudah jalanNya kalau aku ikut, kalau tidak, mana mungkin sampai detik2 terakhir aku masih diberi kesempatan untuk ikut. Ketika mami ku pulang, aku pun mengatakan bahwa besok pagi aku akan ikut ret2 dan ternyata tanggapannya tidak begitu baik, namun akhirnya tetap saja aku ikut. Jam 12 pun aku packing dan aku baru selesai sekitar jam 1 dan baru bisa tidur mungkin jam 3 :(
Pagi itu aku harus bangun stengah 6 karena stengah 7 sudah harus kumpul di lobby TA, namun aku baru berangkat stengah 7 dari rumah naik taxi *bandel wkwk*. Bisa dibilang ini persiapan ret2 ku yang paling singkat persiapannya *ya iya lah cuma semalem*. Persiapan di sini maksudku bukan hanya persiapan baju dll, aku tapi persiapan hati. Biasanya sebelum ikut ret2 aku mempersiapkan hati beberapa hari dan berdoa apa yang ku inginkan pada ret2 nanti, tapi kali ini, rasanya aku tak bisa banyak berpikir, aku cuma berharap Dia yang sungguh bekerja untuk diriku dan terjadilah apapun menurut kehendakNya. Sampai di TA dan regis ulang, aku cukup bingung karena tidak ada seorangpun yang ku kenal *ya niatku memank tidak banyak yang dikenal bagus juga jadi bisa konsen ret2nya hehe* tapi ternyata tak lama aku bertemu Ci Shyanti yang ikut RHB pertamaku dan teman 1 sel juga waktu itu. Finally kami berangkat jam 9 dan sampai di Pratista sekitar jam 12. Di bus aku hanya terdiam duduk sendiri dan tidur karena ngantuk, dan memikirkan harapan2 utk ret2 ini, ya yang pasti tentunya rahmat supaya aku bisa membuka diri dan mengampuni orang2 yang menyakitiku :')
Hari pertama ret2 bisa dikatakan cuma berjalan setengah hari dari sore-malam. Namun ada kesenangan hari ini, karena aku bertemu dengan romo yang dulu di Beijing alias Ko Agung hehe, cukup senang bisa 'reunian' dengan kerabat di Beijing *entah mengapa aku selalu senang klo ketemu temen2 di Beijing dulu meskipun tidka kenal dekat hehe* Anyway, baru juga hari pertama tapi hati ini cukup terbelek lagi. Ya namanya juga PLB jadi mau tidak mau hati ini pasti akan 'dibelek' lagi dan 'dikorek' sehingga mengingatkan tentang berbagai luka batin yang aku alami. Untungnya aku sudah mengetahui luka2 apa saja yang aku alami sehingga tak sulit untuk mengingat dan menghadirkan luka2 itu kembali walau perih, ya ini ret2 'terperih' yang aku alami, hati dan pikiran ini cukup cape karena harus mengingat luka2 itu.
Hari kedua ret2 pun tak jauh berbeda, bahkan bisa dibilang lebih berat. Hati ini teriris, tercabik, perih, sakit, aaaaa semuanya jadi satu. Tapi seperti halnya luka fisik, harus dikorek ampe tuntas dan diberi obat baru bisa sembuh. Yaaa hari yang cukup panjang untuk hari kedua ini. Sebelum makan siang ada ibadat 7 sabda, aku bingung bagaimana menceritakan hal ini, intinya di sini kita diingatkan akan sabda2 Yesus selama didera dan kita diingatkan akan luka2 yang kita alami, tapi ternyata Dia mengalami yang jauhhh lebih berat. Setelah makan siang ada ibadat tobat dan sesi konseling *jika mau* dan aku pun konseling dengan salah satu tante, setelah itu aku mengaku dosa. Oia just for sharing, si Romo bilang salah satu cara supaya sembuh dari LB adalah sering2lah mengaku dosa, karena ketika Sakramen Tobat kita mengalami kasih dan rahmat pengampunan dari Dia sendiri, dan ketika kita mendapatkannya berkali2, 'otomatis' kita pun menyadari kita pun bisa mencontoh Dia yang senantiasa mengampuni kita :) Dan jadilah ngaku dosa hari itu rasanya sedikit beda, karena aku mengetahui hal baru mengenai kuasa pengampunan yang ternyata amat sangat luar biasa dari Sakramen Tobat. :)
Setelah snack sore tibalah saatnya pembasuhan kaki. Fiuhhh kurang lebih aku sudah tau apa yang harus aku lakukan. Acara ini diawali dengan doa dan nyanyian penyembahan, lalu beberapa peserta didoakan, dan ketika aku didoakan, aku 'diistirahatkan' lagi olehNya. Yaaa sudah beberapa x aku selalu lemah ketika didoakan sehingga terjatuh. Betapa aku merasakan sakit *lagi* yang luar biasa karena semua kenangan buruk itu muncul :( Yaaa, SEMUA sejak masa kecilku sampai saat ini, semua luka2 baik dengan orang tua, koko, teman2 sekolah, pelayhanan, mantan pacar, sampai luka terhadap diriku sendiri dan dengan Tuhan. Aaaaaaaa rasanya ingin membunuh diri ini sekalian daripada mengalami kesakitan ini, tapi aku menyadari ini adalah proses penyembuhan yang harus aku lewati jika aku ingin sembuh. Aku coba hadirkan Yesus agar Dia menemaniku di saat2 down seperti ini. Setalah bangun, lagu2 kembali dinyanyikan dan tiba saatnya bagi yang ingin membasuh kaki. Kembali lagi kerasnya hati ini membuatku tidak bisa langsung berdiri dan berjalan ke belakang mendatangi para figur. Namun, memang rahmat Tuhan mengalir lewat ret2 ini, bisa dibilang aku jauh lebih tenang dan bisa mengontrol diri dan semuanya soal keputusan apakah aku sungguh mau membuka diri dan mengampuni.
Aku pun berjalan ke belakang *meski tertatih* dan dari awal aku sudah tau figur apa saja yang ingin ku datangi. Awalnya ingin ke figur ibu, tapi ternyata penuh dan ku lihat sebelahnya ada anak muda 'nganggur' *figur maksudnya haha* dan ku datangi dia sebagai figur mantan. Pertama dia bertanya siapa namaku n namanya dan setelah itu rasanya dirinya berubah seketika menjadi 'si dia'. Postur tubuh, pegangannya *dia cuma mengang pundak koq hehe*, suaranya semuanya serasa sama T.T Ku tegarkan diriku untuk mengatakan bahwa aku mau belajar melepaskan dia *apalagi ku tau dia sudah bersama yang lain* dan terutama aku mau belajar mengampuni dia. Yaaa, masih sulit rasanya untuk mengatakan hal ini, tapi aku percaya Dia bekerja dan membantuku untuk bener2 menetralkan hati ini.
Setelah itu aku bangkit dan berjalan ke figur ibu. Dan kembali si figur seperti berubah di hadapanku. Ya, aku pun bilang kalo aku mau belajar mengampuni mami ku atas segala yang telah terjadi. Ini pun juga berat karena aku masih tinggal serumah, dan 'luka2' baru pasti akan muncul, namun semoga aku bisa menanganinya dengan lebih baik. Setelah itu, aku bangkit dan berencana ke figur ayah, tapi ternyata penuh. Akhirnya aku pun berpikir masih ada 1 figur yang harus aku datangi bahkan mewakili banyak orang. Aku pun minta ijin pada tim untuk meminta temanku menjadi figur teman2 sepelayanan. Finally aku mendatangi dia dan aku menceritakan kekecewaan2ku dalam pelayanan, tapi di balik itu semua, aku mau sungguh mengampuni mereka, tapi untuk kembali, maaf itu terlalu sulit sekalipun hati ini masih amat sangat rindu melayani. Hati ini mungkin masih kesal, namun aku percaya ada hal baik yang Dia sediakan bagiku dan bagi mereka untuk membawa PD menjadi lebih baik :)
Setelah acara selesai, aku merasa ada kelegaan di hati ini, walaupun saat kembali ke tempat duduk, aku masih menangis, entah mengapa. Mungkin karena hati ini sebenarnya masih berat dan belum mampu, tapi mau tidak mau, kalau mau sembuh, aku harus melakukannya. Hari itu pun ditutup dengan adorasi dan aku bersyukur kalau Dia boleh memulihkanku dan aku boleh 'naik 1 tingkat' lagi untuk belajar dewasa dan menerima hidup :)
Keesokan harinya aku bangun dengan hati yang lebih baru. Yaaa, setidaknya aku bisa bernafas lebih lega ketika tidak ada dendam dalam hati ini. Aku bisa menyatakan pada diriku bahwa aku pulih, walaupun belum seutuhnya karena aku tau ini baru proses awal, tapi setidaknya aku telah mencoba. Setelah ret2, aku pun menyempatkan 'refreshing' dulu jalan2 di Bandung then baru pulang ke Jakarta dan sampai di rumah sekitar jam 11 an fiuhhh...
Wewww baru nengok ke atas lagi n panjang juga ya ni cerita hahaha.. Semoga yang baca ga cape yah hihi. Ini cuma sekedar sharing apa yang kualami selama ret2. Intinya aku semakin diteguhkan tentang kasihNya yang begitu amat sangat, aku kembali 'diisi', aku kembali merasa bahwa aku special dan aku disayangi olehNya, aaaaaaaaaaa THANKS GOD :) Aku melihat betapa baikNya Dia mulai dari memberiku kesempatan untuk ikut ret2 ini sampai pada penyertaanNya ketika ret2. Intinya, He's so good lahhhhhhhhh, love You more Lord :*
No comments:
Post a Comment