Me ^^

Me ^^

Sunday, 18 November 2012

Don't leave me alone, Lord

Senin pagi, 12 November 2012
Tak ada pikiran apa2 pagi itu, seperti biasa bangun tidur lalu berdoa, bersyukur buat hari baru yang Dia berikan dan tak lupa memohon berkat untuk sepanjang hari itu. Tak ada pikiran aneh atau buruk, paling hanya sedikit kemalasan untuk menyambut hari SENIN, ditambah sedikit kegalauan karena merasa tak bersemangat menjalani hari. Mandi, mencoba menyegarkan diri ini, kemudian seperti biasa menyiapkan bekal makan siang, sampai kemudian terhenti karena telepon berdering. Tanteku menelepon dan mengatakan : "Koko kecelakaan ketabrak motor, Mami lagi ke Husada, cuma cek ke depan rumah bener ga." Aku hanya pikir mungkin keserempet biasa namun ku akui agak panik juga, langsung ku bangunkan koko kedua ku untuk mengecek ke depan, karena aku harus berbenah diri untuk ke kantor. Ternyata dia pun sedang menerima telepon, lalu bergegas ke depan rumah, kemudian ketika kembali dia berberes diri sebentar dan membawa mobil ke rumah sakit.

Aku ? Masih sibuk dengan bekal dan ketika mau berbenah diri, aku menangis. Ya, air mata ini mengalir pagi itu. Bukan karena kecelakaan yang terjadi, tapi aku hanya bertanya padaNya : "Apa lagi, Bapa? Apa lagi? 2 hari ini sudah terasa berat, dan keberatan apa lagi yang ingin Kau tambahkan? Aku takut untuk menerima telepon setiap pagi yang rasanya kebanyakan adalah berita buruk. :'(" Sebelum berangkat ke kantor, aku telepon mami ku untuk bertanya apakah sanggup di rumah sakit, dan katanya tidak apa2 aku ke kantor saja karena koko ku yang kedua segera ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan dan sampai di kantor, beberapa kali aku meneteskan air mata, bahkan sampai sesenggukkan padahal rasanya sudah lama aku tak sampai sebegitunya jika menangis. Entah, hanya mengalir begitu saja dengan pertanyaan mengapa, mengapa, dan mengapa.

Pulang dari kantor, aku langsung ke rumah sakit, ke ICU tepatnya. Akhirnya aku diceritakan bahwa si koko mau nyebrang kemudian ditabrak, kejadiannya tak jelas karena ia lupa dengan apa yang terjadi. Intinya banyak jahitan di mukanya, terutama bagian alis dan bibir, kemudian tulang pipi juga retak tetapi sudah CT Scan katanya tidak ada masalah. Namun hari Rabu malam, dokter mengatakan bahwa matanya perlu ditindak, karena takut terjadi kebutaan, dan di sana tidak tersedia fasilitas yang lengkap, pasien harus dipindah. Akhirnya hari ini, koko pindah ke RS Pluit karena harus menjalani operasi mata. Cerita belum selesai, tapi kira2 singkatnya demikian.

Semenjak kejadian itu, tiap malam aku bersyukur karena apa yang ku miliki saat ini. Tak dapat ku bayangkan memiliki mata yang merah dengan masalah ini-itu, gigi yang rontok dan terpaksa harus menggunakan gigi palsu, tidak dapat makan karena bibir tak bisa terbuka. Aaahhh Lord, teach me to give thank everyday :') Air mata ini pun menetes lagi, ya banyak hal yang membuatku menangis, baik yang positif, maupun yang sebenarnya tak pantas ditangisi. Positif karena Dia mengajarkanku sekali lagi untuk bersyukur atas anugerah yang masih diberikanNya bagiku untuk memiliki semua anggota tubuh ini dengan lengkap. Dan, hal lain yang mungkin tak perlu ku pikirkan sampai sedalam ini adalah : Aku kembali jatuh kepada pikiran bahwa aku s.e.n.d.i.r.i. Yes, even in this situation, there's no news and I don't get any support from you. Mungkin inilah yang sering dikatakan orang, di saat kamu berada di titik terendah, kamu akan mengetahui siapa yang sebenarnya ada di sampingmu.

Aku hanya berusaha tegar untuk menjalani semua ini. Toh, nasib seorang Levina kan seperti ini, selalu. Yang harus aku lakukan saat ini adalah, tetap percaya kalau Dia ga akan pernah meninggalkanku. Yes, don't leave me alone, Lord :(




No comments:

Post a Comment